Langsung ke konten utama

2 Kota Yang Bukan Menjadi Impian Saya

                2 kota tersebut ialah Jakarta dan Surabaya.

                Bukannya enak ya 2 kota itu? Kota Metropolitan, dan juga kota impian untuk para perantau di seluruh Indonesia?

                Iya sih betul. Saking perantauannya, kamu bisa nemu semua orang dari berbagai wilayah di Indonesia ini. Orang Madura, banyak. Orang Medan, belok gang depan dikit udah ada orang Medan, Manado, wushh banyak, cantik-cantik lagi. Hehehe. Apalagi orang Flores, byuhhh kececeran di 2 kota ini.

                Lah terus alasannya kenapa gamau tinggal di 2 kota ini?

                Simpel aja, karena 2 kota ini terlalu berisik. Dan lebih bahayanya lagi, ketika orang-orang disini sibuk untuk berisik, mereka tidak pernah menghargai yang namanya kesunyian. Padahal dengan kesunyianlah kamu dan saya bisa saling refleksi. Refleksi untuk memperbaiki diri, mengingat apa yang dilakukan dan melanjutkan perbuatan baik yang telah dibuat.


Einsten aja ngelakuin ini, masak kamu enggak?               

                
Gambar dari mbah google

Komentar

Favorites

Buah Tanggung Jawab

                Sialan!                 Sabtu kemarin (25/10/2014), saya tak sengaja menyerempet bagian depan mobil di kawasan sekitar kost saya. Apesnya lagi, karena saya yang salah, saya terpaksa membayar biaya perbaikan bagian yang saya serempet tersebut sebesar Rp 500.000,00.                 Buset dah, padahal goresan yang saya sebabkan hanya sepanjang 5 cm. Tapi harus mengganti Rp 500.000,00. Hiks.                 Sebenarnya saya bisa menghindari mobil tersebut. Namun, karena saya menekan rem bagian depan terlalu mendadak dan jalanan saat itu dipenuhi pasir bangunan, akhirnya jatuhlah saya. Istilah jawa-nya “ ngepot” .           ...

What's Next?

                 Ada sebuah keresahan datang di 9 hari setelah saya bertambah umur. Yakni soal “Apa yang akan saya lakukan selanjutnya?” Sebuah pertanyaan simpel bagi seorang anak TK. Tapi sebuah pertanyaan ancaman bagi generasi generasi muda seperti kamu dan juga saya. Ya, apa yang akan saya lakukan?                 Terlintas sebuah pikiran untuk bekerja. Tapi, kerja apa? Berbagai tawaran dan pilihan datang kepada saya. Ada tawaran dari seorang teman untuk menjaga franchise di salah satu tempat waralaba baru. Gajinya pun menarik. 1,2 juta. Glek!   1,2 juta itu ukuran yang besar bagi anak kost seperti saya. Belum tambahan uang saku dari orang tua yang saya dapat. Mungkin, dalam sebulan bisa kredit motor 2x lah ya. Hehehe.                 Alay -,-!     ...

Money Talks

                 Money talks.                 Alias uang berbicara.                 Saya rasa, kamu mengerti maksud dari kata di atas. Uang berbicara. Alias lagi uang yang berkuasa. Ada uang, masalah beres. Sampai ada kalimat “ ada fulus, urusan mulus” . Fulus itu artinya uang. Saya tak tahu darimana kalimat tersebut berasal. Yang jelas, saya pernah mendengarnya.                 Bicara soal uang, siang ini saya berpapasan dengan segerombolan polisi di putaran jembatan Klampis Aji saat saya hendak balik ke kos’an. Bukan hanya polisi saja ding , tapi juga beberapa pengendara motor yang ya kamu tahulah ya, kena razia. Ada perasaan kasihan, dan ada juga perasaan jengkel. Kasihan dengan pengendara motor yang ken...