Langsung ke konten utama

Postingan

Realistis

Banyak yang bilang “realistis saja”. Banyak juga yang pesimis dengan apa yang saya lakukan saat ini. Mereka nyatanya tidak tahu arti sebenarnya dari “usaha”. Usaha bukan hanya meliputi “apa yang akan dihasilkan dan apa yang sedang dilakukan” Melainkan juga ; “Apa yang sudah dikorbankan?” “Apa yang sudah dikeluarkan?” “Apa keinginan yang sudah lama ditahan?” “Apa yang sudah dipasrahkan?” Dan ini inti yang paling penting ; “Apa sudah didoakan?” Hal hal seperti itu yang sepertinya luput dilihat oleh mereka mereka yang underestimate dengan usahamu. Ketahuilah, bahwa sejatinya mereka juga tidak ingin bekerja setiap hari. Yang ada di pikiran mereka sekarang adalah sibuk mencari laba dan untung, tapi dengan cara menindas sesame. Memang cepat dapat, tapi juga cepat hilang.                 Saya sendiri kadang juga takut. Merasa sendiri? Setiap hari saya merasa sendiri. Yang saya yakini sampai s...

Catatan Diri

Bukan berarti kamu lebih tua, bisa seenaknya berbuat sesuka hati ke mereka yang lebih muda. Semua itu soal bagaimana kamu memanusiakan manusia. Terkhusus, memanusiakan yang muda. Memanusiakan yang berarti kamu tetap sopan bertindak walaupun mereka lebih muda dari kamu, memanusiakan mereka dengan membuat semangat mereka menyala lagi dan tidak serta merta melunturkan semangat juang yang muda. Surabaya, 30 Oktober 2017 Kzl.

Apa Yang Kamu Punya?

Baru ingat, Ada satu pertanyaan menarik di setiap wawancara kerja yang sudah saya lalui “Mengapa kami harus memilih anda untuk bekerja di perusahaan kami?”. Pertanyaan yang epic untuk mempromosikan diri. Secara tidak langsung kita dituntut untuk menjawab pertanyaan yang kalau disederhanakan menjadi “ Apa yang kamu punya?” Jujur,  I’m nothing . Saya bukan siapa-siapa dan tidak punya apa apa. Saya hanya laki-laki biasa berukuran sedang, tidak tinggi dan tidak pendek, yang tidak memiliki bakat, dan selalu merasa kurang. Satu-satunya hal yang membuat saya hidup hingga saat saya menulis ini adalah mimpi-mimpi saya. Motivasi yang semakin hari semakin merongrong untuk segera digapai. Pertanyaan epic itu selalu saya jawab begini ; ‘Ketekunan, tanggung jawab, dan kejujuran. 3 hal ini yang bisa saya berikan untuk perusahaan anda. Jujur, secara akademis saya bukanlah yang terbaik, setidaknya masih di atas rata-rata. Tapi dengan 2 hal ini, saya yakin akan bisa me...

Kejam

Kabar gembira buat saya! Akhirnya saya resmi bekerja di salah satu startup yang berkembang di Indonesia. Kabar menggembirakan ini saya dapat 2 minggu yang lalu. Dan jabatan yang saya emban di sini juga tidak main main, yakni menjadi seorang Bussiness Development Executive atau disingkat BD. Padahal saya mengisi form untuk menjadi Sales Executive di hari saya melamar di sini. Tapi saya diterima menjadi BD, satu tingkat di atas Sales Executive . Mungkin dewi fortuna sedang menjadi pacar saya hari itu. Singkat cerita, saya pun melakukan persiapan menjelang hari pertama saya bekerja, yakni 2 Oktober 2017. Saya membaca prosedur bagaimana aplikasi ini bekerja, membaca apa yang harus saya lakukan, menandatangani kontrak kerja yang disepakati, melakukan review dan mulai mencari beberapa customer yang akan saya prospek untuk memakai aplikasi ini. Kenapa harus mencari customer ? Ya, jobdesk seorang BD meliputi canvassing atau pengertiannya mencari customer guna memakai ap...

Pindah

"Mbot, aku kerjo Bali. Dino iki budal" Begitu kira-kira kata yang terucap dari sohib dan kawan saya yang terbaik, terbrengsek, tergendut, teralay yang bernama Oni. Perempuan bertubuh tambun dan berkulit coklat ini akan pindah. Ke Bali lagi.  Merantau kok ke surganya Indonesia.  Mau kerja atau mau liburan? Ki-ka : Oni dan saya yang ganteng huehehehe Bisa dibilang, saya dan Oni seperti kakak dan adik. Bukan kakak adik'an seperti alay alay jaman sekarang yang berada di lingkaran friendzone . Tapi memang benar benar kakak adik laiknya saudara kandung. Dia salah, saya tidak segan-segan untuk misuhi dia dengan kata kata makian macam janc*k,as*,  dan sebagainya. Begitu juga sebaliknya ketika saya salah, dia juga tidak segan segan memakai kata kata makian. Walaupun begitu untungnya tidak ada yang pernah sakit hati. Paling hanya sekedar jengkel, kemudian mendiamkan satu sama lain. Besoknya ketika ketemu, uda balik seperti biasanya lagi. Yang palin...

Alarm

Minggu kemarin 18 Juni 2017, ada satu kejadian menarik yang saya temui saat hendak perjalanan menuju ke gereja untuk mengikuti misa sore. Kejadiannya cukup aneh, Dan mungkin akan terus saya ingat untuk menjadi alarm saya di masa depan nanti. Jadi ceritanya begini, Ketika berhenti di lampu merah ruas Jalan Kertajaya depan Gramedia Center Surabaya, ada satu orang yang berhenti di depan saya. Sebut saja Mas A. Memakai jaket hitam dengan gambar raket tenis meja di belakangnya dan menggunakan helm merah. Sesekali dia menengok ke belakang dengan wajah yang ditekuk-tekukkan. Mungkin biar kelihatan sangar. Saya pun diam saja ketika dipelototi seperti itu. Tiba-tiba si Mas A ini berteriak sambil mengacungkan jarinya. Iya, dia berteriak keras sampai semua orang yang ada di sekitarnya menoleh ke sumber suara. Saya tidak begitu jelas apa yang dia teriakkan. Namun dilihat dari intonasi suaranya yang menggelegar itu, kemungkinan dia lagi marah. Seketika lampu hijau menyala ...